Langsung ke konten utama

Hati2 money laundry dlm harga murah

Harga Umrah Minimal 25 Juta Rupiah, 16 Juta ke Bawah Itu Money Games

Ditulis oleh Affan Rangkuti pada Kam, 11/02/2016 - 12:09

Jakarta (Sinhat)--Banyak penawaran harga umrah yang ditawarkan travel dibawah 25 juta rupiah. Bahkan ada yang mewarkan dengan harga 16 juta ke bawah. Menyikapi hal ini Wakil Ketua Umum Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) KH Hafidz Taftazani mengatakan itu ada unsur money games.

“Ini harus kita berikan pencerahan. Ini yang namanya money games. ini adalah suatu pelanggaran berat,” Kata Hafidz di Kementerian Agama Lapangan Banteng Jakarta, Rabu (10/02/2016).

Ketua Umum Asphurindo ini juga menghimbau sebelum melakukan penindakan para pimpinan-pemimpin di Kementerian Agama dari tingkat bawah mensosialisasikan pencegahan lebih berjalan terfokus. Untuk penindakan biarlah itu urusan polisi.

Menurutnya, harga minimum umrah denga menggunakan paket ekonomi pesawat yang tidak langsung (transit) harga minimal itu 25 juta untuk 9 hari. Untuk pesawat langsung (tanpa transit) dengan harga 28 juta.

“Untuk pesawat langsung (tanpa transit) tapi eksekutif minimum 30 juta jadi ada tiga kelas yang bisa dipilih calon jemaah umrah. Jemaah juga harus mendapatkan pelayanan, kenyamanan, perlindungan, keamanan serta pembinaan.” ungkapnya.

Lanjutnya, ke depannya dalam penindakan travel umrah Asphurindo meminta agar polisi dan kejaksaan menggunakan UU 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

“Ini belum ada yang pake. Polisi dan kejaksaan harus pake UU 13 itu. Seseorang yang dihukum 2 tahun dan didenda 600 juta itu kan termasuk pidana khusus itu yang kita harapkan,” ungkapnya. (ha/ar)‎

http://haji.kemenag.go.id/v2/content/harga-umrah-minimal-25-juta- rupiah-16-juta-ke-bawah-itu-money-games‎

Umroh Haji Plus
Call/SMS/WA : 081223457203
Line : iratiarawp
IG : @iratiarawp
Twitter : @iratiara
http://rindubaitullah.greatarmina.com‎

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur menyelesaikan masalah

Semakin berkembangnya bisnis atau usaha, maka butuh konsep. Tidak disangka konsep yg didapat bisa terwujud dikala bersolawat dan bertasbih. Bukan perkara mudah, berkarya dalam posisi kesusahan, tapi disinilah kekuatan dibuat utk membentuk diri lebih baik. Bersyukur terus menerus dilatih, utk mendapatkan ketenangan, tanpa disadari masalah terselesaikan. Butuh keyakinan dan kerja keras diatas rata2 utk mewujudkan impian. Melibatkan Allah jalan pintas terbaik.

Kata - kata adalah cermin

Buku ini bener-bener memberi banyak Ilmu buat saya. Menyedihkan memang, apalagi kalau mengakui bahwa finacial ku sangat tidak tertata. Namun tak ada kata terlambat kan? Selama ini tidak ada yang memberikan pemahaman tentang bagaimana menjadi seseorang yang berada di ranah Pengusaha, kebanyakan mencekoki untuk menjadi sosok pegawai di suatu Perusahaan Bonafit. Setelah itu untuk penghasilanpun tidak ada pemahaman untuk menabung jadi modal usaha masa depan, tapi menabunglah untuk beli rumah atau bahkan terbawa arus pemborosan. Yang akhirnya terjebak sebagai Debitor alias Penghutang, parahnya lagi sudah tidak mampu membayar yang membawa saya menjadi tunawisma. Ya betul, saya jadi tunawisma...tidak punya tabungan, tidak punya aset, tidak punya rumah, tidak punya simpanan apapun. Menyedihkan sekali, Ironis...anak sudah mau kuliah dan SMP aku tidak tau darimana untuk mendapatkan biayanya. Luar biasa kan? Beberapa waktu lalu ya saya menangis, ya saya tertekan, ya saya sangat rapuh, ...

Memahami Ilmu Ikhlas

Tidak mudah merasakan kebahagiaan apabila diri tdk dilepaskan utk menjadi bahagia. Kata BAHAGIA identik dengan rasa senang karena kemenangan, keberhasilan, mendapatkan hal yg menyenangkan, menerima kabar Gembira dan banyak hal lain yang sifatnya sukacita. Jarang rasa BAHAGIA dimunculkan kala menghadapi kegagalan, kekalahan apalagi saat2 terpahit seperti kesedihan. Memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk merasa bahagia pun pasti harus menunggu saat yg tepat. Padahal menjadikan diri utk selalu BAHAGIA itu hanya dengan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. Untuk pandai mensyukuri nikmat diawali dengan memaknai hidup dan kehidupan. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, mempelajari dan memahami tentang Ikhlas, Sabar. Tidaklah mudah untuk istiqomah sebagai Mahluk yang penyabar apalagi melekatkan sifat Ikhlas dalam keseharian. Karena pada dasarnya, sulit untuk menerima kekecewaan. Hal ini sangat memerlukan dukungan dari lingkungan keluarga atau orang2 terc...