Langsung ke konten utama

Kata - kata adalah cermin





Buku ini bener-bener memberi banyak Ilmu buat saya. Menyedihkan memang, apalagi kalau mengakui bahwa finacial ku sangat tidak tertata. Namun tak ada kata terlambat kan? Selama ini tidak ada yang memberikan pemahaman tentang bagaimana menjadi seseorang yang berada di ranah Pengusaha, kebanyakan mencekoki untuk menjadi sosok pegawai di suatu Perusahaan Bonafit. Setelah itu untuk penghasilanpun tidak ada pemahaman untuk menabung jadi modal usaha masa depan, tapi menabunglah untuk beli rumah atau bahkan terbawa arus pemborosan. Yang akhirnya terjebak sebagai Debitor alias Penghutang, parahnya lagi sudah tidak mampu membayar yang membawa saya menjadi tunawisma.
Ya betul, saya jadi tunawisma...tidak punya tabungan, tidak punya aset, tidak punya rumah, tidak punya simpanan apapun. Menyedihkan sekali, Ironis...anak sudah mau kuliah dan SMP aku tidak tau darimana untuk mendapatkan biayanya. Luar biasa kan?
Beberapa waktu lalu ya saya menangis, ya saya tertekan, ya saya sangat rapuh, ya saya lemah....
Berpegang kepada ajaran Islam untuk berserah diri kepada Allah, memperbaiki diri, mensucikan hati, membersihkan diri, sabar, ikhlas. Benar-benar hanya kepada Allah, Al-Qur'an benar-benar cahaya qolbu saya, solawat sebagai penjaga mindsetku, dzikir menjaga hati dan pikiran unuk tetap pada rel nya. Sampai pada akhirnya Allah menggerakan hati saya untuk membuka kembali buku The Cash Flow Quadrant yang selalu tidak sempat sampai selesai dibacanya, Alhamdulillah, aku mendapatkan dorongan untuk menyelesaikan isi buku yang brilliant ini.
Suatu kata yang dibuat oleh Rober T. Kiyosaki, sederhana tapi membuat aku memiliki kembali kekuatan penuh. kata-katanya adalah " SIAP KECEWA" dan " PROBLEM MEMBERI PELUANG ".
Kekecewaan dijadikan kekuatan, Problem dihadapi karena ada peluang, Subhanallah...
Waktu itu aku sempat terjebak didalam labirin persoalan aku sendiri, rasanya tidak mampu menerima kekecewaan yang dihadapi saat ini. Ternyata Rasa Kecewa adalah sebuah bagian penting dalam proses belajar. Seperti halnya kita bisa belajar dari kesalahan, demikian juga kita bisa memperkuat karakter dengan kekecewaan.
Bersyukur saja tidak cukup jika memang ada suatu Goal yang harus dicapai. 
Mengapa saya memiliki mental yang lemah? Background keluarga saya seperti hidup di hutan amazone, yang paling kuat itu yang berkuasa, tidak dilihat gendernya. Yang lemah wajib sebagai pengikutnya. Harus manut dengan ketentuan apapun.
Now This It
Kekuatan keyakinan sangat diperlukan di bidang apapun, namun keyakinan bisa suli diraih bila sekeliling tidak mendukung bahkan jika masih memiliki rasa takut dari pikiran yang cenderung menjadi refleksi bagai pantulan cermin. Padahal keberhasilan tidak menetap pada orang yang tak mempercayai dirinya sendiri.
Wondefull Book, Alhamdulillah....


Dan aku tau di Quadrant mana saya akan berlabuh. Sebagai Investor. Insya Allah...amiiin....

Go to Finacial  Freedom

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur menyelesaikan masalah

Semakin berkembangnya bisnis atau usaha, maka butuh konsep. Tidak disangka konsep yg didapat bisa terwujud dikala bersolawat dan bertasbih. Bukan perkara mudah, berkarya dalam posisi kesusahan, tapi disinilah kekuatan dibuat utk membentuk diri lebih baik. Bersyukur terus menerus dilatih, utk mendapatkan ketenangan, tanpa disadari masalah terselesaikan. Butuh keyakinan dan kerja keras diatas rata2 utk mewujudkan impian. Melibatkan Allah jalan pintas terbaik.

Memahami Ilmu Ikhlas

Tidak mudah merasakan kebahagiaan apabila diri tdk dilepaskan utk menjadi bahagia. Kata BAHAGIA identik dengan rasa senang karena kemenangan, keberhasilan, mendapatkan hal yg menyenangkan, menerima kabar Gembira dan banyak hal lain yang sifatnya sukacita. Jarang rasa BAHAGIA dimunculkan kala menghadapi kegagalan, kekalahan apalagi saat2 terpahit seperti kesedihan. Memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk merasa bahagia pun pasti harus menunggu saat yg tepat. Padahal menjadikan diri utk selalu BAHAGIA itu hanya dengan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. Untuk pandai mensyukuri nikmat diawali dengan memaknai hidup dan kehidupan. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, mempelajari dan memahami tentang Ikhlas, Sabar. Tidaklah mudah untuk istiqomah sebagai Mahluk yang penyabar apalagi melekatkan sifat Ikhlas dalam keseharian. Karena pada dasarnya, sulit untuk menerima kekecewaan. Hal ini sangat memerlukan dukungan dari lingkungan keluarga atau orang2 terc...