Langsung ke konten utama

Nampar Hati

Judulnya lebay
Hahaha....
Tapi kejadiannya emang begitu, karena aku memilih pekerjaan travel Umroh Haji yg tentunya berhubungan sekali dengan nilai2 Agama Islam. Sedangkan Aku miskin ilmu agama.
Banyak banget yg tidak aku tau, udh bener-bener deh butuh guru spiritual.
Alhamdulillah...seiring perjalanan disini, banyak sekali menemukan orang-orang yg dalem ilmu agamanya. Bukan dengan ustad saja, tp aku belajar dari orang2 yg terlihat biasa2 aja.
Pembelajaran bs di dpt dimana saja, kapanpun, bahkan di dalam lingkungan rumah sendiri.
Aku hanya berusaha utk Konsisten dengan pilihan ini, tidak ada kesuksesan didapat dengan mudah kan?
Perjalanan ku tetap dilakukan selama nyawa masih dibadan.
Aku bersyukur atas Ujian yg Allah berikan saat ini, membuat ku jd pintar dan terus menerus memperbaiki diri.
Bagaimanapun beratnya kendala yg aku hadapi, aku yakin semunya akan selesai dan berakhir dengan kebahagiaan. Bahkan menjadi bekal pahala utk di alam kubur.
Tujuan ku menjalani pilihan ini karena untuk mendapat surga dunia dan akherat. Insha Allah semata mata krn Allah dan Rasulullah.
Move On never stop like Thowaf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bersyukur menyelesaikan masalah

Semakin berkembangnya bisnis atau usaha, maka butuh konsep. Tidak disangka konsep yg didapat bisa terwujud dikala bersolawat dan bertasbih. Bukan perkara mudah, berkarya dalam posisi kesusahan, tapi disinilah kekuatan dibuat utk membentuk diri lebih baik. Bersyukur terus menerus dilatih, utk mendapatkan ketenangan, tanpa disadari masalah terselesaikan. Butuh keyakinan dan kerja keras diatas rata2 utk mewujudkan impian. Melibatkan Allah jalan pintas terbaik.

Kata - kata adalah cermin

Buku ini bener-bener memberi banyak Ilmu buat saya. Menyedihkan memang, apalagi kalau mengakui bahwa finacial ku sangat tidak tertata. Namun tak ada kata terlambat kan? Selama ini tidak ada yang memberikan pemahaman tentang bagaimana menjadi seseorang yang berada di ranah Pengusaha, kebanyakan mencekoki untuk menjadi sosok pegawai di suatu Perusahaan Bonafit. Setelah itu untuk penghasilanpun tidak ada pemahaman untuk menabung jadi modal usaha masa depan, tapi menabunglah untuk beli rumah atau bahkan terbawa arus pemborosan. Yang akhirnya terjebak sebagai Debitor alias Penghutang, parahnya lagi sudah tidak mampu membayar yang membawa saya menjadi tunawisma. Ya betul, saya jadi tunawisma...tidak punya tabungan, tidak punya aset, tidak punya rumah, tidak punya simpanan apapun. Menyedihkan sekali, Ironis...anak sudah mau kuliah dan SMP aku tidak tau darimana untuk mendapatkan biayanya. Luar biasa kan? Beberapa waktu lalu ya saya menangis, ya saya tertekan, ya saya sangat rapuh, ...

Memahami Ilmu Ikhlas

Tidak mudah merasakan kebahagiaan apabila diri tdk dilepaskan utk menjadi bahagia. Kata BAHAGIA identik dengan rasa senang karena kemenangan, keberhasilan, mendapatkan hal yg menyenangkan, menerima kabar Gembira dan banyak hal lain yang sifatnya sukacita. Jarang rasa BAHAGIA dimunculkan kala menghadapi kegagalan, kekalahan apalagi saat2 terpahit seperti kesedihan. Memberikan kesempatan bagi diri sendiri untuk merasa bahagia pun pasti harus menunggu saat yg tepat. Padahal menjadikan diri utk selalu BAHAGIA itu hanya dengan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah swt. Untuk pandai mensyukuri nikmat diawali dengan memaknai hidup dan kehidupan. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, mempelajari dan memahami tentang Ikhlas, Sabar. Tidaklah mudah untuk istiqomah sebagai Mahluk yang penyabar apalagi melekatkan sifat Ikhlas dalam keseharian. Karena pada dasarnya, sulit untuk menerima kekecewaan. Hal ini sangat memerlukan dukungan dari lingkungan keluarga atau orang2 terc...