Yaa Rabb begitu banyak yg kami pinta, begitu sering kami berkeluh kesah, begitu rapuhnya kami, begitu tiada daya upaya bagi kami.
Hampir disetiap langkah kami tiada nafas yg tak terhenti, kami seperti orang2 kufur, fakir berasa dunia akan berakhir besok.
Bukan perkara mudah ikhlas pd saat sakit hati. Saat ikhlas diambang batas waktu, sesungguhnya belajar kesabaran tiada ada batas usia.
Hamba sungguh bagai debu, terombang ambing ombak, dihempas ke bebatuan. Rasanya hancur pudar bagai kristal jatuh dari lemari hiasnya.
Yaa Rabb begitu sakit dada ini, airmata pun mengalir tiada tertahan. Namun keyakinan masih tersisa, akan ada saat dimana semua harapan terwujud.
Apa yg diimpikan dan dicita-citakan terwujud, Rahmat Allah berlimpah tiada tertahan, Laa Tahzan...
Hasbunallah wa ni'mal wakiil.
Hampir disetiap langkah kami tiada nafas yg tak terhenti, kami seperti orang2 kufur, fakir berasa dunia akan berakhir besok.
Bukan perkara mudah ikhlas pd saat sakit hati. Saat ikhlas diambang batas waktu, sesungguhnya belajar kesabaran tiada ada batas usia.
Hamba sungguh bagai debu, terombang ambing ombak, dihempas ke bebatuan. Rasanya hancur pudar bagai kristal jatuh dari lemari hiasnya.
Yaa Rabb begitu sakit dada ini, airmata pun mengalir tiada tertahan. Namun keyakinan masih tersisa, akan ada saat dimana semua harapan terwujud.
Apa yg diimpikan dan dicita-citakan terwujud, Rahmat Allah berlimpah tiada tertahan, Laa Tahzan...
Hasbunallah wa ni'mal wakiil.

Komentar
Posting Komentar